Info Guru Terbaru merupakan Media Informasi Bagi Guru

Kamis, 14 Januari 2016

Contoh Artikel Pendidikan, Orang Tua Juga Harus Memahami Perkembangan Anak

Contoh Artikel Pendidikan
Contoh Artikel Pendidikan
Seperti pada beberapa pembahasan kami sebelumnya mengenai beberapa contoh artikel pendidikan, kali ini akan kami sampaikan contoh artikel pendidikan terkait dengan perkembangan anak baik di sekolah maupun di rumah. Mungkin jika Anda adalah seorang orang tua yang memiliki anak, untuk mengawasi perkembangan anak di sekolah tentu guru lah yang memiliki tugas utama di sana. Namun hendaknya jangan lengah begitu saja, sehingga di rumah Anda tidak melakukan pemahaman terhadap perkembangan anak Anda sendiri.

Untuk itu, pada kesempatan kali ini akan kami sajikan contoh artikel pendidikan yang khusus akan membahas mengenai perkembangan anak. Anda sebagai orang tua sudah selayaknya patut mengetahui bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Karen, menurut beberapa contoh artikel pendidikan, di sekolah saja tidaklah mencukupi dalam memahami karakter dan perkembangan seorang anak. Perhatikan beberapa contoh artikel pendidikan di bawah ini.

Contoh Artikel Pendidikan, Orang Tua Jangan Sampai Membandingkan Anak

Sebagai orang tua kita harus mempunyai kebijaksanaan dalam membina buah hati kita, kita harus sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa buah hati kita mempunyai keunggulan dan keunikan masing-masing, mereka oleh Tuhan diberkati dengan bakat dan minat masing-masing terhadap sesuatu. Tugas kita sebagai orang tua adalah mengembangkan bakat dan minat buah hati kita sehingga mereka akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan bakat dan minat mereka. Membandingkan buah hati kita dengan anak yang lain dan memberikan mereka standar tertentu memiliki efek yang sangat buruk terhadap mereka. Beberapa contoh artikel pendidikan menyebutkan bahwa mereka bisa kehilangan kepercayaan diri dan bahkan mereka bisa selalu merasa di bayang-bayangi oleh sesuatu, dan tak jarang bisa membuat mereka depresi.

1. Pahami Bakat Dan Minat Anak Anda

Melihat kelemahan anak dan membandingkan dengan kekuatan anak yang lain akan membuat kita semakin buta dalam hal mengetahui bakat dan minat anak, saya ambil contoh ketika anak saya si salsa berumur 7 tahun dia masih belum bisa membaca dengan baik waktu itu saya sangat khawatir, tetapi kekhawatiran saya hilang dengan melihatnya sudah mampu menulis dengan sangat baik bahkan tulisannya melebihi tulisan tangan saya sendiri. Kalau kita tak jeli melihat hal itu yang ada kita hanya akan menyalahkannya setiap hari dan membandingkannya dengan teman-temannya yang sudah bisa membaca dengan baik, kita tak pernah melihat dari sisi positifnya dia.


2. Asah Kemampua Anak

Setiap anak mempunyai bakat dan minat tersendiri, yang harus kita lakukan adalah menemukan bakatnya. Menemukan bakat seorang anak, bisa dilihat dari cara dia menulis, membaca, dan cara dia bertingkah laku. Ketika kita sudah menemukan bakat yang sangat kuasai, asah terus kemampuan dia dalam hal bakat tersebut, cari berbagai referensi dan berbagai contoh artikel pendidikan mengenai bakat yang sedang ia geluti, kemudian buat progres yang jelas tentang bakatnya misal : hobi ia bermain bulu tangkis maka ajaklah ia berlatih fisik secara rutin kemudian amati seberapa lama ia mampu bermain bulu tangkis. Kemudian catat kekuatannya secara rutin kemudian berikan ia target yang mungkin masih bisa dicapai anak, jangan terlalu membebaninya.

3. Buatlah Ia Bercermin Pada Dirinya Sendiri

Ketika anda menginginkan anak yang mempunyai disiplin yang tinggi, maka yang harus Anda lakukan adalah memberinya petunjuk bahwa ia mampu melakukan hal tersebut. Contoh sederhana misalnya jika anak kemarin pagi sudah mampu bangun pukul 5 pagi, dan Anda ingin agar hari ini bangun pukul 4 pagi maka Anda harus memompa motivasinya “ ayo kakak Kemarin bisa kok bangun pukul 5 hari ini pun bisa bangun pukul 4. Kita jangan sampai sia-siakan anak buah kita karena merekalah yang akan menjadi generasi penerus kita kelak didiklah dengan baik agar mereka mampu tumbuh dan berkembang secara optimal.

Contoh Artikel Pendidikan, Memahami Pubertas Seorang Anak

Sebagai orang tua kita kadang merasa khawatir dengan perubahan perilaku anak kita, perubahan perilaku yang terjadi di kisaran umur 9 - 15 tahun. Perubahan tersebut dinamakan PUBERTAS, pubertas merupakan masa peralihan dari seorang anak mereka akan berubah menjadi seorang remaja, perubahan tersebut pun ada sisi positif dan sisi negative nya. Diantara sisi negativenya adalah kadang anak akan sedikit memberontak dengan orang tua mulai dari sekadar ucapan ataupun dengan tindakan.

Selain itu mereka mulai ada ketertarikan dengan lawan jenis, mereka akan dengan sangat sadar mampu membedakan mana anak yang cantik maupun mana anak yang kurang cantik begitupun sebaliknya. Ada banyak contoh artikel pendidikan yang bisa Anda baca mengenai hal ini.

Masa pubertas menurut beberapa contoh artikel pandidikan merupakan masa yang rawan terhadap anak. Sebab jika kita sebagai orang tua tidak mampu  membimbing mereka  kejalan yang benar maka yang terjadi adalah sifat anak yang mulai memberontak akan semakin menjadi, dan ketertarikan terhadap lawan jenis pun akan mereka arahkan kepada hal-hal yang negative, kami akan mencoba memaparkan beberapa hal yang harus orang tua lakukan ketika memiliki anak yang menginjak masa pubertas :

1. Tidak Perlu Panik

Masa pubertas seorang anak adalah masa yang sangat menegangkan bagi seorang anak karena mereka akan mengalami berbagi perubahan pada mereka baik secara fisik maupun non fisik. Sikap kita sebagai orang tua adalah bersikap tenang dan jangan terlalu panik menghadapi anak kita. Sikap kita adalah mengarahkannya dengan baik.

2. Lakukan Komunikasi Yang Intensif

Ketika anak kita sudah menginjak masa pubertas, kita sebagai orang tua harus menjadi mentor mereka, dan buatkah mereka mengerti sebelu mereka bertanya, ajaklah mereka berdialog dengan gaya bahasa sebagai kawan dan jangan pernah menggunakan bahasa sebagai orang yang mengguruinya, karena akibat dari hal itu adalah mereka akanmerasa terdikte dan merasa terintimidasi.


3. Jangan Pernah Melarang Seorang Anak

Pubertas merupakan masa peralihan yang menjadi fitrah seorang manusia, mereka yang berubah dari masa kanak-kanak menuju masa remaja. Masa itulah masa yang sangat menyenangkan bagi mereka, mereka mulai menyenangi lawan jenisnya, hal itu jangan dilarang tetapi kita harus mengarahkannya dan mendidiknya dengan benar.

4. Jangan Terlalu Protektif

Masa pubertas adalah masa perubahan hal yang sering menonjol dari anak adalah perubahan perilaku mereka, perubahan perilaku dan karakter dinataranya adalah anak lebih cenderung suka membangkang dan mulai ada perlawanan terhadap orang tua, kita sebagai orang tua tidak boleh over protective terhadap mereka, kita harus menjaga mereka dari jauh dan jangan memberikan nasehat yang terlalu berlebihan terhadap mereka.

Baik teman-teman semua, di atas adalah dua contoh artikel pendidikan mengenai perkembangan anak yang harus diperhatikan oleh orang tua. Karena sangat berat sekali hanya mengandalkan sekolah untuk membangun karakter anak yang beriman dan bertaqwa, sehingga anak menjadi pribadi yang berguna bagi nusa dan bangsa dan agama. Semoga ulasan contoh artikel pendidikan menambah pengetahuan Anda.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Contoh Artikel Pendidikan, Orang Tua Juga Harus Memahami Perkembangan Anak